Kamis, 04 Juni 2015

Sejarah dan filosofi pijattulang - pasien wanita dan terapis laki2

Jika pasien wanita mengeluhkan iliumnya sakit, atau bagian tubuh tulangnya yang lain...
Beliau datang dan konsul dengan kami,
1. saya lakukan wawancara sedikit untuk mengetahui awal dan rasanya,
2. lalu menyuruh pasien wanita untuk melakukan pemeriksaan gerak sendinya... untuk mengetahui tepatnya keluhanya (cukup menilai geraknya dan nyeri yang ditimbulkan, alhamdulillah mengurangi sesi observasi posture yang memang sulit sekali untuk jilbab panjang dan tidak mungkin dibuka kecuali lewat penerawangan jarak jauh.. )
hahahaha,
Rumit yah kalo perempuan dan...
Saya bukan penerawang,jadi tidak bisa menerapi tanpa menyentuh. Dan untuk yang mau ke praktisi penerawangan silahkan, saya belum bisa merekomendasikan.
Masalahnya : Anda harus diterapi tapi saya juga tidak memiliki pengetahuan untuk praktisi wanita mana yang sudah memiliki standar aman* pembetulan tulang, jadi saya tidak akan merekomendasikan siapapun.
Kemudian : Ini kembali ke pasien wanita itu sendiri... Ketidaktahuanya membuat dia memilih secara sepihak pengobatan yang dia anggap bisa. Saya bilang bisa aja dan ada yang bisa memang, bunda bisa mencobanya.
Kemudian lagi : Lalu bunda mulai berfikir ketika saya bilang terapi yang tepat untuk keluhan bunda adalah ....
Bunda bertanya diapaiin?
Saya bilang saja langsung : Bunda nanti saya posisikan berbaring atau berbaring miring lalu saya mohon izin menyentuh 'bokong' bunda.
Respon bunda berjilbab... : Wah saya pilih ini dulu deh pak.
(hahahaha...) Respon saya : Iya, tidak apa2 bunda, in syaa Allah sembuh.
Info dikit : Saya berpraktek secara konsen dalam pengobatan geser tulang di Depok Jawa Barat sejak 2009 dan kebanyakan pasien saya adalah kaum hawa, bisa dibilang 90% wanita. dan sebanyak itu tak ada yang dibuka bajunya... tentu saja hasilnya kadang2... Beberapa diantara mereka memberikan izin sebagian pinggangnya disingkap... tapi kembali ke Allah yang mengizinkan kesembuhan. Saya mah hanya berusaha.
+an : Sumpah sulit sekali jika terapi manual untuk mengeser tulang tidak melihat atau meraba bentuk aslinya.
Bisa dibilang saya memiliki pemahaman :
1. "Seorang pasien wanita jika belum mau di buka bajunya maka dia belum merasa sakit dan belum mau sembuh... jika seorang pasien yang mengerti sakit itu adalah penderitaan maka ia akan bersedia di terapi dengan seorang terapis yang konsen di bidangnya".
2. Salah posisi yah harus diterapi dengan teknik betulin salah posisi bone. bukan teknik tidak langsung/ teknik soft tissue... + karena ngak ada kaitanya. Tulangnya masalah, pendekatanya ke tulang. ototnya yang masalah, nah pendekatanya ke otot. Apakah bisa sebaliknya , iya ada yang bisa. (Saya masih pemahaman demikian)
3. Agama emang melarang ? mana larangannya? sumpah ini pengobatan, tolonglah mudahkan kami menerapi Anda.... kalo ngak diIzinkan yah salah posisi dan saraf kejepit paling menetap dan makin parah... atau banyak2 doa dan ikhtiar. (Dalam internal team ada terjadi tidak sepakat. Tapi walau begitu kami terus masing2 u berusaha yang terbaik).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar